Kultwit Metering Fotografi oleh Arbain Rambey

Metering dalam fotografi adalah proses mengukur pencahayaan agar menghasilkan foto yang baik secara teknis. Secara umum, kamrea harus “diperintah” untuk melakukan pengukuran pencahayaan oleh pemotret dalam berbagai pilihan tindakan. Pilihan tindakan itu adalah metering dengan metode matrix, center weight, dan spot. Buku manual kamera untuk tahu cara menggunakan ketiga cara itu di kamera yang anda miliki.

Prakata diatas disadur dari artikel Klinik Fotografi Kompas yang ditulis oleh Arbain Rambey. Bukan bermaksud plagiat, namun hanya ingin berbagi ilmu bagi teman-teman, khususnya pecinta fotografi. Kali ini tim TheMaster akan membagi kultwit (kuliah tweet) tentang metering dalam fotografi yang di share Arbain beberapa hari yang lalu dengan hashtag #metering. Silakan disimak:

  1. Dalam fotografi, #metering adalah proses mengukur pencahayaan agar menghasilkan foto yang baik.
  2. #metering adalah proses dalam fotografi yang bisa diotomatiskan selain WB. Jadi, kalau bicara soal otomatis/manual, sebenarnya cuma soal ini.
  3. #metering sebenarnya sangat kecil porsinya dalam sebuahh foto karena ada 3 faktor yang lebih dominan: komposisi, angle dan moment.
  4. Walau porsinya kecil dan bisa dikoreksi dalam batas tertentu, #metering adalah pintu masuk ke sebuah foto.
  5. Kesalahan #metering yang masih bisa dikoreksi dengan baik adalah: kalau over maksimal 1 stop, kalau under kadang masih bisa 2 stop.
  6. Memulai kegiatan #metering dilakukan dengan memilih metoda apa yang akan dipakai.
  7. Secara umum, ada 3 macam cara #metering. Namun di kamera-kamera yang baru, ada beberapa metoda tambahan yang sebenarnya cuma variasi yang 3 itu.
  8. Metoda #metering pertama adalah Matrix atau Average atau Evaluative, yaitu mengukur area pemotretan dengan merata-ratakan cahayanya.
  9. #metering Evaluative menganalisa seluruh bidang yang difoto lalu membuat kesimpulan. Beda kamera ada beda hasil, walau bedanya sedikit.
  10. Metoda #metering kedua adalah Center Weight. Kalau Evaluative merata-rata seluruh permukaan foto, CW hanya sekitar 40 persen bagian tengah.
  11. Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita memahami apa yang dilakukan kamera saat melakukan #metering.
  12. Saat melakukan #metering, sang kamera mengukur “kecerahan” yang “dilihatnya”, lalu menghitung diafragma dan kec rana beraap yang diperlukan.
  13. Sekarang saya ingin memastikan, apakah Anda sudah tahu cara memakai lightmeter di kamera untuk melakukan #metering ? Buka buku manual!
  14. Setelah paham cara memakai lightmeter di kamera Anda, mari kita mulai mengeksplor apa itu #metering
  15. Belajar otodidak tanpa pernah baca buku adalah otodidak ngawur.
  16. Coba Anda lakukan #metering pada ketiga baju bergantian. Akan tampak hasil yang berbeda-beda bukan ?
  17. Padahal, dengan sumber cahaya yang sama, #metering pada ketiga baju harusnya menghasilkan angka yg sama.
  18. Baju hitam cenderung memberi speed lambat dari perhitungan #metering nya, sedangkan baju putih sebaliknya bukan ?
  19. Kamera mengukur “kecerahan” apa pun untuk dijadikan gray 18 persen di foto nantinya. Itu prinsip utama #metering
  20. Gray 18 persen adalah abu-abu dengan kepekatan optis 18 persen.  Anda bisa beli graycard 18 persen di toko foto #metering
  21. Contoh gray 18 persen saya lampirkan di sini #metering pic.twitter.com/EIqA8lfB
  22. Sebelum melangkah soal #metering lebih jauh, saya tegaskan bahwa #metering dan graycard di sini bukan masalah warna tapi soal “kecerahan”.
  23. Jadi, baju hitam menunjukkan #metering lambat karena oleh kamera hitam itu akan dikonvert ke gray 18 persen (yang lebih cerah).
  24. Demikian pula putih akan jadi metering cepat karena oleh kamera akan dijadikan gray 18 persen (yang lebih “gelap” tentunya).
  25. Pertanyaannya: siapa sih yang iseng memilih angka 18 persen untuk tolok ukur #metering ini ? Mengapa 18 ? Ada apa dengan angka ini ?
  26. Grayscale 18 persen sebenarnya adalah “kecerahan” kulit manusia, tapi orang bule (yang bikin sistem ini).
  27. Jadi, sebenarnya kita bisa mengukur ke kulit manusia dalam setiap pemotretan, asal yg diincar adalah orang bule normal.
  28. Untuk kulit Melayu (yang lebih gelap daripada bule), Anda bisa mengkompensasi #metering nya dengan MINUS agar sesuai. Kulit yang putih banget, PLUS.
  29. Mari kita ke penjabaran yang lebih mudah dalam soal #metering ini.
  30. Saat memotret, Anda melakukan #metering pada area yang akan dipotret. Untuk hasil akurat, pakai SPOT ke daerah yang kira-kira secerah gray 18 persen.
  31. Cara #metering no.29 hanya bisa dilakukan kalau tak buru-buru, misalnya motret matahari terbit/tenggelam.
  32. Cara #metering paling cepat adalah dengan EVALUATIVE, lalu pakai kecerdasan dan pengalaman Anda untuk melakukan kompensasi.
  33. Jadi, #metering itu adalah soal memilih metodanya dan kompensasinya. Setelah dapat, mau otomatis atau manual tak ada bedanya.
  34. Masalah kompensasi dalam #metering, coba lihat tombol bertanda plus garis miring minus.
  35. Kompensasi minus dalam #metering, Anda lakukan kalau rata-rata kecerahan yang Anda potret lebih gelap daripada gray 18%.
  36. Demikian pula sebaliknya. Kalau area yang Anda potret “rasanya” lebih terang daripada gray18%, #metering Anda kompensasi PLUS.
  37. Memotret secara umum melakukan #metering dari pantulan cahaya yang kembali ke kamera.
  38. Tapi pengukuran #metering terbaik adalah dengan mengukur cahaya langsung dari sumbernya dengann lightmeter lepas (Mamiya, Seconic dll).
  39. Saya pribadi secara umum memakai EVALUATIVE atau MATRIX. Dalam praktek, selalu saya selingi dengan permainan kompensasi.
  40. Untuk memotret lanskap, Anda bisa pakai spot, ukur di daerah yang kira-kira gray18% atau pakai EVALUATIVE dengan kompensasi rata-rata 0,3 stop.
  41. Untuk pemotretan panggung, pakai EVALUATIVE, dengan kompensasi dari minus 1 stop sampai 3 stop.
  42. Demikian, serial twit soal #metering. Kalau Anda banyak merasa yang tidak mengerti, berarti Anda perlu baca-baca soal teori dasar lagi.
  43. Twit #metering selesai.

Demikian rangkuman kultwit tentang metering pada fotografi yang di-share oleh Arbain Rambey melalui akun Twitter pribadinya di @arbainrambey. Rangkuman di atas sudah disunting hanya redaksinya saja dan tidak mengubah isi/makna. Selamat belajar dan semoga bermanfaat.

  • Related posts:
  • About admin

    Follow My Twitter @profdodo