<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TheMaster.web.id &#187; Kampus</title>
	<atom:link href="http://www.themaster.web.id/cat/kampus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.themaster.web.id</link>
	<description>Cuma dikit aja...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 15:21:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>World Class University?? Mimpi kali ye!</title>
		<link>http://www.themaster.web.id/read/20110114/world-class-university-mimpi-kali-ye</link>
		<comments>http://www.themaster.web.id/read/20110114/world-class-university-mimpi-kali-ye#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 06:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[prita mulyasari]]></category>
		<category><![CDATA[tilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.themaster.web.id/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Jika dalam penyusunan skripsi masih juga dibatasi pada tataran islam tekstual, tentu ruang lingkup penelitian skripsi menjadi sangat terbatas. Saya kuliah di Universtas Islam Negri (UIN) Jakarta. Tepatnya di jurusan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:400px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?link=http%253A%252F%252Fwww.themaster.web.id%252Fread%252F20110114%252Fworld-class-university-mimpi-kali-ye&title=World+Class+University%3F%3F+Mimpi+kali+ye%21&desc=Jika+dalam+penyusunan+skripsi+masih+juga+dibatasi+pada+tataran+islam+tekstual%2C+tentu+ruang+lingkup+penelitian+skripsi+menjadi+sangat+terbatas.%0D%0A%0D%0A%0D%0ASaya+kuliah+di+Universtas+Islam+Negri+%28UIN%29+Jakarta.&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fbsctr=1&twitterlang=en&twittermention=en&twitterrelated1=en&twitterrelated2=en&twctr=1&linkedinbutton=noshow">
							</iframe>
						</div><blockquote><p>Jika dalam penyusunan skripsi masih juga dibatasi pada tataran islam tekstual, tentu ruang lingkup penelitian skripsi menjadi sangat terbatas.<span id="more-388"></span></p></blockquote>
<p><a href="http://www.themaster.web.id/wp-content/uploads/2011/01/uin-dari-atas.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-390" style="margin-left: 2px; margin-right: 2px;" title="uin-dari-atas" src="http://www.themaster.web.id/wp-content/uploads/2011/01/uin-dari-atas-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Saya kuliah di Universtas Islam Negri (UIN) Jakarta. Tepatnya di jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Karena sudah semester 7, saya dan kawan-kawan sedang dilanda euphoria skripsi. Kami pun ramai-ramai mencari dan mengajukan judul skripsi. Walhasil, Kamis 13 Januari lalu saya bersama beberapa kawan mengikuti seminar judul skripsi, sebagai salah satu syarat awal dalam penyusunan tugas akhir S1 tersebut.</p>
<p>Saya yang tertarik  pada disiplin ilmu Komunikasi Politik, kemudian mengajukan judul “Pola kampanye dan propaganda kelompok penekan (pressure group) dalam mengawal kebijakan publik (Studi pada Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam mengawal agenda reforma agraria)”.</p>
<p>Judul yang menurut beberapa dosen lumayan itu, ternyata sempat ditolak oleh beberapa dosen penguji dalam seminar judul kemarin. Anda tahu kenapa? bukan karena judul saya terlalu panjang, tapi karena katanya, judul saya itu tidak merepresentasikan ISLAMnya kampus kami.</p>
<p>Pada titik itu, saya merasa sangat heran dengan kampus ini. UIN yang dimotori oleh rektornya Komarudin Hidayat, dikenal karena menganut islam yang inklusif. Sayangnya, inklusifitas itu hanya slogan semata. Dalam kenyataannya, dari sisi akademisinya saja, UIN masih terjebak pada tataran islam eksklusif yang ortodoks.</p>
<p>Saya pikir, kita tidak bisa menilai islam tidaknya seseorang atau lembaga hanya secara tekstual saja. Misalnya jika sebuah organisasi memakai nama islam, belum tentu itu organisasi islam karena belum tentu juga mereka mempraktekan nilai-nilai yang islami. Begitu juga sebaliknya, organisasi yang tidak memakai nama islam, belum tentu tidak islami karena siapa tahu mereka mempraktekkan nilai-nilai yang islami.</p>
<p>Nah, hubungannya dengan cerita saya di atas, saya merasa lucu karena skripsi saya sempat ditolak hanya karena tidak mengangkat profil pressure group dengan embel-embel islam. Padahal, dalam pandangan dan pengalaman saya beberapa kali terlibat dengan SPI, mereka mempraktekan nilai-nilai islami seperti keadilan, demokrasi, kebenaran, humanisme, HAM dan lain-lain. Belum lagi terkait reforma agraria yang sesungguhnya merupakan bentuk pembelaan terhadap kaum mustadhafin (kaum lemah).</p>
<p>Rupanya bagi dosen-dosen di FDK UIN yang menguji kami hari itu, semua nilai-nilai keislaman itu belum cukup untuk diangkat menjadi tugas akhir kami. Mereka berargumen bahwasanya UIN adalah kampus dengan nama islam jadi harus mengangkat hal-hal yang sifatnya islami secara tekstual.</p>
<p>Padahal, UIN tidak hanya terdiri dari kata ISLAM saja, tapi juga NEGRI. Artinya, selain mengangkat nama islam, mahasiswa UIN juga harus berkontribusi terhadap bangsa dan negara Indonesia. Apalagi beberapa waktu lalu, UIN juga bercita-cita untuk menjadi <em>world class university</em>.</p>
<p><a href="http://www.themaster.web.id/wp-content/uploads/2011/01/new-uin-logo-png.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-393" style="border: 0px none currentColor;" title="new-uin-logo-png" src="http://www.themaster.web.id/wp-content/uploads/2011/01/new-uin-logo-png-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://www.themaster.web.id/wp-content/uploads/2011/01/bintang-david.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-394" style="margin-left: 2px; margin-right: 2px; border: 0px none currentColor;" title="bintang-david" src="http://www.themaster.web.id/wp-content/uploads/2011/01/bintang-david-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Demi terbentuknya sebuah universitas kelas dunia, tentu bukan hanya dengan mengubah lambang saja yang bahkan juga sempat dipermasalahkan karena katanya, mirip lambang bintang David negara Israel. Tapi yang lebih penting lagi, paradigma pemikiran akademis UIN juga harus diubah.</p>
<p>UIN tidak boleh lagi terjebak pada pemikiran sempit tentang islam. UIN harus membuka diri terhadap dinamika perkembangan demokrasi di Indonesia dan dunia internasional. Cara-cara kuno dalam memandang mana yang islam dan islami harus dihilangkan. Semua itu tentu harus dimulai  dari bawah yaitu dari jurusan, fakultas barulah tingkat universitas.</p>
<p>Sesungguhnya, yang menjadi alasan saya mengambil judul yang agak menyimpang dari skripsi mahasiswa FDK kebanyakan adalah, saya ingin menunjukkan bahwa mahasiswa UIN tidak hanya mengerti isu-isu keislaman. Tapi juga memahami dinamika demokrasi di Indonesia.</p>
<p>Jika anda berkunjung ke perpustakaan FDK, anda akan menemukan beberapa rak berisi skripsi-skripsi terdahulu yang isinya hampir seragam. Mulai dari penelitian kuantitatif terhadap majelis taklim A, strategi komunikasi Kyai haji B atau analisis wacana terhadap media islam C dan lain-lain yang hanya berbeda objek penelitiannya.</p>
<p>Saya bukan ingin merendahkan pekerjaan kawan-kawan yang sudah bersusah payah mengerjakan skripsi itu, namun yang harus dipahami bersama, pihak universitas tidak seharusnya membatasi objek penelitian mahasiswanya hanya yang berbau islam secara tekstual saja. Sebab, hal ini akan mematikan kreativitas mahasiswa sehingga cenderung berfikir praktis asal jadi saja.</p>
<p>FDK sebagai salah satu fakultas yang banyak diminati mahasiswa di UIN, tentu sudah melahirkan ribuan sarjana di bidang komunikasi. Oleh karena itu, jika dalam penyusunan skripsi masih juga dibatasi pada tataran islam tekstual, tentu ruang lingkup penelitian skripsi menjadi sangat terbatas. Maka tak heran jika pada akhirnya, skripsi mahasiswa tak akan jauh dari majelis taklim, film-film islam, pondok pesantren, kebijakan redaksional media islam, analisis isi, framing dan wacana media islam, atau semiotika media islam. Jika sudah begitu, mahasiswa lah yag akan di cap tidak kreatif atau bahkan plagiat oleh dosen.</p>
<p>Meskipun pada akhirnya judul saya tetap diterima, setelah ngotot dan ditakut-takuti tidak akan lulus ujian akhir skripsi nanti jika diuji oleh dosen yang kolot, menurut saya ini adalah alarm merah bagi para junior kami. Mereka tentu akan menjadi mahasiswa-mahasiswa yang menyusun skripsi karena ingin cepat lulus, bukan karena dorongan intelektual dan akademisnya.</p>
<p>Selama pola ini tidak berubah, <em>world class university</em> tentu hanya mimpi belaka. Sebab indikator universitas kelas dunia bukan di tunjukkan dengan rajinnya pak rektor nongol di media massa, tapi juga bagaimana mahasiswa universitas tersebut mampu melahirkan karya-karya monumental, yang berkontribusi besar bagi agama dan negara. Setuju??&#8230;</p>
<p>Keep spirit kawan..!! semoga birokrasi tai kucing tak menghambat kreativitasmu..!</p>
<p>Diambil dari: <a href="http://www.facebook.com/notes/rezza-aji-pratama/world-class-university-mimpi-kali-ye/487420486703" target="_blank">http://www.facebook.com/notes/rezza-aji-pratama/world-class-university-mimpi-kali-ye/487420486703</a></p>
<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:400px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?link=http%253A%252F%252Fwww.themaster.web.id%252Fread%252F20110114%252Fworld-class-university-mimpi-kali-ye&title=World+Class+University%3F%3F+Mimpi+kali+ye%21&desc=Jika+dalam+penyusunan+skripsi+masih+juga+dibatasi+pada+tataran+islam+tekstual%2C+tentu+ruang+lingkup+penelitian+skripsi+menjadi+sangat+terbatas.%0D%0A%0D%0A%0D%0ASaya+kuliah+di+Universtas+Islam+Negri+%28UIN%29+Jakarta.&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fbsctr=1&twitterlang=en&twittermention=en&twitterrelated1=en&twitterrelated2=en&twctr=1&linkedinbutton=noshow">
							</iframe>
						</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.themaster.web.id/read/20110114/world-class-university-mimpi-kali-ye/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi Komunikasi dalam Masyarakat Informasi</title>
		<link>http://www.themaster.web.id/read/20100510/teknologi-komunikasi-dalam-masyarakat-informasi</link>
		<comments>http://www.themaster.web.id/read/20100510/teknologi-komunikasi-dalam-masyarakat-informasi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 04:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.themaster.web.id/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT INFORMASI Pendahuluan Sejak istilah apa yang disebut masyarakat informasi diperkenalkan pada tahun 1962, perdebatan ramai mengenai apa dan bagaimana dampak information society atau masyarakat informasi terus...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:400px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?link=http%253A%252F%252Fwww.themaster.web.id%252Fread%252F20100510%252Fteknologi-komunikasi-dalam-masyarakat-informasi&title=Teknologi+Komunikasi+dalam+Masyarakat+Informasi&desc=TEKNOLOGI+KOMUNIKASI+DALAM+MASYARAKAT+INFORMASI%0D%0A%0D%0A+%0D%0A%0D%0APendahuluan%0D%0A%0D%0ASejak+istilah+apa+yang+disebut+masyarakat+informasi+diperkenalkan+pada+tahun+1962%2C+perdebatan+ramai+mengenai+apa+dan+bagaimana+da&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fbsctr=1&twitterlang=en&twittermention=en&twitterrelated1=en&twitterrelated2=en&twctr=1&linkedinbutton=noshow">
							</iframe>
						</div><p><strong>TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT INFORMASI</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Sejak istilah apa yang disebut masyarakat informasi diperkenalkan pada tahun 1962, perdebatan ramai mengenai apa dan bagaimana dampak <em>information society </em>atau masyarakat informasi terus berlanjut sepanjang garis kontinum dengan berbagai dimensi yang berbeda. Secara umum, masyarakat informasi mengacu pada suatu masyarakat dimana produksi, distribusi, dan pengolahan informasi merupakan aktifitas utamanya (Anonimus, 2006).<span id="more-215"></span></p>
<p>Perkembangan peradaban manusia terasa begitu cepatnya, kita tentunya mengenal masyarakat primitif, pada era itu seseorang untuk mendapatkan suatu barang harus ditukar dengan barang lagi (barter), kemudian meningkat ke masyarakat agraris, kemudian masyarakat industri. Dari masyarakat indusri loncat ke masyarakat informasi (era informasi). Mengapa dikatakan loncat ke masyarakat informasi ? karena kita baru memulai melangkah ke masyarakat industri, era informasi sudah datang.</p>
<p>Dengan era informasi ini, semuanya menjadi serba yaitu serba murah, cepat, tepat, dan akurat. Teknologi Komunikasi mutaakhir telah menciptakan apa yang disebut “publik dunia”. Bersamaan dengan perkembangan teknologi komunikasi ini, meningkat pula kecemasan tentang efek media massa terhadap masyarakat (khalayak). Di era globalisasi saat ini media massa mempunyai peranan penting dalam membentuk pola hidup masyarakat. Media menjadi patokan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi, terutama bagi masyarakat informasi, mereka dengan mudah dapat mengakses segala informasi yang mereka butuhkan.</p>
<p><strong>Pengertian Masyarakat Informasi</strong></p>
<p>Information society atau masyarakat Informasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat dan sebuah ekonomi yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru (new <em>information and communication technologies</em>(<strong>ICT&#8217;s</strong>)).</p>
<p>Dalam masyarakat informasi orang akan mendapatkan keuntungan yang penuh dari teknologi baru dalam segala aspek kehidupan<img src="http://www.themaster.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/14.gif" style="border:none;background:none;" alt=":D" />i tempat kerja, di rumah dan tempat bermain. Contoh dari ICT&#8217;s adalah: ATM untuk penarikan tunai dan pelayan perbankan lainnya, telepon genggam(handphone), teletext television, faxes dan pelayan informasi seperti juga internet, e-mail, mailinglist, serta komunitas maya (<em>virtual community</em>) lainnya.</p>
<p>Pengertian lain dari informastion society atau masyarakat informasi adalah suatu keadaan masyarakat dimana produksi, distribusi dan manipulasi suatu informasi menjadi kegiatan utama. Jadi dapat dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari kegiatan</p>
<p>Teknologi baru ini memiliki implikasi untuk segala aspek dari masyarakat dan ekonomi kita, teknologi mengubah cara kita melakukan bisnis, bagaimana kita belajar, bagaimana kita menggunakan waktu luang kita.</p>
<p>Ini juga berarti tantangan yang penting bagi pemerintah:</p>
<p>- Hukum perlu diperbaharui dalam hal untuk mendukung transaksi elektronik.</p>
<p>- Masyarakat kita perlu untuk dididik mengenai teknologi yang baru.</p>
<p>- Bisnis harus online jika mereka ingin menjadi sukses.</p>
<p>- Pelayanan pemerintah harus tersedia secara elektronik.</p>
<p>Perbedaan Masyarakat Agraris, Masyarakat Industri, dan Masyarakat Informasi Sumber daya yang diolah:</p>
<p>- SDA (angin, air, tanah, manusia) <strong><em>masyarakat agraris</em></strong><br />
- Membuat tenaga(listrik, bahan bakar) <strong><em>masyarakat industri</em></strong><br />
- Informasi (transmisi data dan komputer) <strong><em>masyarakat informasi</em></strong></p>
<p>Sumber daya yang dibutuhkan:<br />
- Bahan mentah / alam <strong><em>masyarakat agraris</em></strong><br />
- Modal <strong><em>masyarakat industri</em></strong><br />
- Pengetahuan <strong><em>masyarakat informasi</em></strong></p>
<p>Keahlian SDM yang dibutuhkan:<br />
- Petani, pekerja tanpa skill tertentu <strong><em>masyarakat agraris</em></strong><br />
- Ahli mesin, pekerja dengan skill khusus <strong><em>masyarakat industri</em></strong><br />
- Pekerja profesional (dengan skill tinggi) <strong><em>masyarakat informasi</em></strong></p>
<p>Teknologi:<br />
- Alat-alat manual <strong><em>masyarakat agraris</em></strong><br />
- Teknologi mesin <strong><em>masyarakat industri</em></strong><br />
- Teknologi cerdas <strong><em>masyarakat informasi</em></strong></p>
<p>Prinsip perkembangan:<br />
- Tradisional <strong><em>masyarakat agraris</em></strong><br />
- Pertumbuhan ekonomi <strong><em>masyarakat industri</em></strong><br />
- Penerapan pengetahuan dalam teknologi <strong><em>masyarakat informasi</em></strong></p>
<p>Mode produksi dalam bidang ekonomi:<br />
- Pertanian, pertambangan, perikanan, peternakan. <strong><em>masyarakat agraris</em></strong><br />
- Produksi, distribusi barang; konstruksi berat. <strong><em>masyarakat industri</em></strong><br />
- Transportasi, perdagangan, asuransi, real estate, kesehatan, rekreasi, penelitian, pendidikan, pemerintahan. <strong><em>masyarakat informasi</em></strong></p>
<p>Perkembangan peradaban manusia terasa begitu cepatnya, kita tentunya mengenal masyarakat primitif, pada era itu seseorang untuk mendapatkan suatu barang harus ditukar dengan barang lagi (barter), kemudian meningkat ke masyarakat agraris, kemudian masyarakat industri. Dari masyarakat indusri loncat ke masyarakat informasi (era informasi). Mengapa dikatakan loncat ke masyarakat informasi ? karena kita baru memulai melangkah ke masyarakat industri, era informasi sudah datang.</p>
<p>Dengan era informasi ini, semuanya menjadi serba yaitu serba murah, cepat, tepat, dan akurat. Namun disamping itu ada sisi negatifnya, tergantung kita mau kemana melangkah. Contoh dengan era informasi ini seorang auditor dapat melakukan supervisi audit ditempat yang berbeda, melakukan transaksi bisnis melalui internet (e-commerce). Dan bisa juga menyerap informasi budaya yang jelek, yang dapat merubah perilaku dan etika seseorang.</p>
<p>Oleh karena itu diperlukan sikap arif dalam menyikapi era informasi ini, kita tidak boleh terjebak perdebatan dampak positif dan negatifnya era ini, yang akhirnya mandeg dan tidak berubah. Yang harus kita bangun adalah kemauan untuk merubah diri.</p>
<p><strong>Mengapa Masyarakat Informasi sangat penting?</strong></p>
<p>Masyarakat Informasi menghadapkan kita pada tantangan-tantangan baru dan kesempatan perkembangan-perkembangan menuju seluruh area dari masyarakat. Dampak dari teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi sebuah definisi sementara yang kuat, dan ini mentransformasi aktivitas ekonomi dan sosial. Kunci yang penting dari jaringan teknologi dalam masyarakat informasi adalah teknologi membantu kita untuk membuat koneksi-koneksi baru.</p>
<p>Koneksi-koneksi dimana tantangan tradisional menerima apa yang mungkin, dan ketika hal tersebut menjadi mungkin. Perkembangan masyarakat informasi telah menjadi bagian penting untuk masyarakat informasi sebagai ekonomi kecil yang terbuka di dalam pengembangan jaringan ekonomi global, dimana pengetahuan berbasis pada inovasi yang menjadi kunci sumber dari penopang keuntungan yang kompetitif.</p>
<p>ICT sebagai sarana pembangunan ekonomi dan sosial, dan memenuhi sasaran pembangunan Information and communication technologies (ICT) adalah penting untuk terwujudnya lingkungan ekonomi global yang berpengetahuan dan oleh karenanya memainkan peran yang penting dalam mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan dan menghapus kemiskinan.</p>
<p>Potensi ICT untuk memberdayakan masyarakat sangat besar. Hal ini terutama dalam kasus untuk orang cacat, wanita, generasi muda dan pribumi. ICT dapat membantu membangun kapasitas dan keterampilan untuk menciptakan peluang kerja yang lebih banyak, membantu usaha kecil dan menengah, dan meningkatkan partisipasi serta menginformasikan pembuat keputusan pada setiap level melalui peningkatan pendidikan dan latihan, khususnya bila disertai dengan penghormatan sepenuhnya terhadap keanekaan bahasa dan budaya.</p>
<p>Inovasi teknologi dapat menyokong secara nyata untuk memberikan akses yang lebih baik kepada layanan kesehatan, pendidikan, informasi dan pengetahuan, sebagaimana juga menawarkan variasi sarana yang lebih luas dimana masyarakat dapat berkomunikasi, sehingga mendukung promosi pemahaman yang luas dan peningkatan kualitas kehidupan warga dunia.</p>
<p>Ciri – ciri Masyarakat Informasi</p>
<ul>
<li>Adanya level intensitas informasi yang tinggi (kebutuhan informasi yang tinggi) dalam kehidupan masyarakatnya sehari – hari pada organisasi – organisasi yang ada, dan tempat– tempat kerja</li>
<li>Penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan sosial, pengajaran dan bisnis, serta kegiatan– kegiatan lainnya.</li>
<li>Kemampuan pertukaran data digital yang cepat dalam jarak yang jauh</li>
</ul>
<p>Contoh dari Masyarakat Informasi</p>
<ul>
<li>Mailing List</li>
<li>Chatting</li>
<li>Friendster</li>
</ul>
<p><strong>Kelebihannya </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Penerima manfaat mengindikasikan mereka yang mampu memahami berbagai dimensi dari dampak informasi dan oleh karenanya lebih mampu belajar untuk mendapatkan, menggunakan dan menyebarkan informasi ke lingkungan mereka.  Rentetan cerita sukes muncul baik di kelompok usaha dan kelompok yang lebih luas yang mewakili kelompok dalam masyarakat informasi yang menikmati manfaat tertentu dari ICT. Kelompok kelompok ini mampu menggunakan peran ICT dalam konteks mereka sendiri yang berbeda dari kelompok lain.</p>
<p>Untuk bidang usaha, beragam inovasi dalam ICT secara intensif diteliti dengan fokus untuk mendapatkan keunggulan bersaing dari para rival. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan-perusahaan melancarkan strategi yang berkisar dari keunggulan dalam biaya, spesialisasi atau ceruk pasar baru, yang dijabarkan kedalam efisiensi operasional dan aktifitas-aktifitas unik. Untuk mencapai efisiensi operasional, perusahaan melaksanakan serangkaian program peningkatan kualitas, seperti <em>Total Quality Management, Business Process Reengineering, </em>Analisa <em>Economic Value-Added, Activity-Based Management </em>dan lainnya. Hanya dengan mengkombinasikan efesiensi operasional dengan aktifitas-aktifitas bisnis yang unik yang membedakan dari lainnya, baru perusahaan dapat menikmati keunggulan yang bertahan untuk waktu yang lama.</p>
<p>Diluar bidang bisnis, penetrasi ICT sangat berdampak pada sejumlah komunitas, khususnya negara-negara berkembang. Di bidang pendidikan, pembaruan dibidang sistem pendidikan menjadi mungkin dengan memperkenalkan komputer rumah sebagai media pelengkap untuk memperluas perolehan informasi bagi anak-anak.</p>
<p>Di bidang layanan publik, penggunaan sistem pajak online untuk melaporkan pajak tahunan dan pengembangan website otoritas pajak yang menyajikan informasi seputar sistem pajak di suatu negara memungkinan administrasi yang lebih efisien dan menghindari kemungkinan kecurangan yang mungkin dilakukan oleh petugas pajak dan pelaku potensial. Manfaat lain juga diterima di sektor pertanian, dimana informasi yang lebih baik diperoleh para petani dalam memperkirakan harga pasar dan menjamin terus tersedianya input dan jasa pertanian lainnya.</p>
<p><strong>Kekurangannya</strong></p>
<p>Pihak yang dirugikan juga muncul dari kelompok masyarakat yang sama sebagai hasil dari ketidakmampuan dalam mempertimbangkan lingkungan sosio-ekonomi dan politik pada saat kelompok tersebut mengimplementaskan inisiatif ICT. Hal itu menghalangi anggota masyarakat tertentu untuk menggunakan dan menerima ICT secara terbuka.</p>
<p>Di bidang bisnis, sebagai hasil dari tekanan ekonomi untuk selalu berada di atas, kompetisi yang ketat menghasilkan monopoli ketika suatu perusahaan menguasai infomasi yang terlalu banyak dari yang lain untuk berkompetisi. Situasi yang sama juga terjadi pada sektor pendidikan dimana terdapat risiko potensial akan penggunaan website yang tidak berwenang yang dilakukan oleh pelajar bahkan pengajar. Bagi pelajar di negara-negara berkembang, rasa penghormatan terhadap karya ilmiah orang lain masih rendah dibandingkan dengan teman-teman mereka di negara-negara maju.Pornografi anak juga menjadi perhatian utama di sektor pendidikan. Para pelajar dalam hal ini, diuntungkan dan juga dirugikan oleh ICT dalam konteks yang berbeda.</p>
<p>Era globalisasi saat ini mempengaruhi pola kehidupan masyarakat informasi (<em>life styles</em>),  perubahan jabatan <em>(changing careers)</em>, transaksi elektronik yang memerlukan undang-undang dan peraturan yang baru <em>(changing regulators).</em></p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Kunci yang penting dari jaringan teknologi dalam masyarakat informasi adalah teknologi membantu kita untuk membuat koneksi-koneksi baru. Koneksi-koneksi dimana tantangan tradisional menerima apa yang mungkin, dan ketika hal tersebut  menjadi mungkin. Inovasi teknologi dapat menyokong secara nyata untuk  memberikan akses yang lebih baik kepada layanan kesehatan, pendidikan, informasi dan pengetahuan, sebagaimana juga menawarkan variasi sarana yang lebih luas  dimana masyarakat dapat berkomunikasi, sehingga mendukung promosi pemahaman yang luas dan peningkatan kualitas kehidupan warga dunia.</p>
<p>ICT telah memberikan dampak pada cara masyarakat berinteraksi dan membangun komunitas lewat jalan baru dalam memperoleh, menyimpan dan menyebarluaskan informasi kembali ke masyarakat.</p>
<p>Masyarakat informasi harus secara kontekstual mempertimbangkan informasi mana yang harus diekploitasi unutk memenuhi kebutuhan tujuan komunitas. Kemampuan untuk menyeimbangkan antara dua poin ini menentukan kemauan untuk menggunakan informasi yang relevan. Juga direkomendasikan dalam membantu masyarakat untuk mengacu pada sistem yang ada dengan teknologi yang realistis. Selain itu, juga harus ada mekanisme untuk mengukur seberapa baik ICT telah memenuhi target pengembangan.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<ul>
<li>Zulkarimen Nasution, <em>Perkembangan Teknologi Komunikasi</em>, Universitas Terbuka, Jakarta, 2005.</li>
<li>Shiley Biagy, <em>Media Impact An Introduction to Mass Media, Third Edition</em>, Wadsworth Publishing Company, Belmont, California, 1995.</li>
<li>Joseph Straubhar &amp; Robert La Rose, <em>Media Now, Communication Media in the Information Age,</em> Wadsworth,  USA, 2000.</li>
<li>www.zamrishabib.wordpress.com</li>
</ul>
<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:400px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?link=http%253A%252F%252Fwww.themaster.web.id%252Fread%252F20100510%252Fteknologi-komunikasi-dalam-masyarakat-informasi&title=Teknologi+Komunikasi+dalam+Masyarakat+Informasi&desc=TEKNOLOGI+KOMUNIKASI+DALAM+MASYARAKAT+INFORMASI%0D%0A%0D%0A+%0D%0A%0D%0APendahuluan%0D%0A%0D%0ASejak+istilah+apa+yang+disebut+masyarakat+informasi+diperkenalkan+pada+tahun+1962%2C+perdebatan+ramai+mengenai+apa+dan+bagaimana+da&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fbsctr=1&twitterlang=en&twittermention=en&twitterrelated1=en&twitterrelated2=en&twctr=1&linkedinbutton=noshow">
							</iframe>
						</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.themaster.web.id/read/20100510/teknologi-komunikasi-dalam-masyarakat-informasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

